Jumat, 22 Mei 2026
"Pandai menerima takdir adalah salah satu kunci agar hati kita lapang..." petikan taujih murabbiyah pada halaqah kami pekan lalu.
Seringkali yang membuat kita marah, kecewa atau tidak senang dengan suatu hal adalah karena kita belum bisa menerima takdir-itu, walaupun itu suatu hal yang sederhana.
Lalu, aku perlahan menyadari bahwa "penerimaan" itulah yang menjadi cermin keimanan kita. Karena memang dgn hanya "menerima" kita bisa bermudah-mudah dalam perjalanan.
Berkali-kali aku gagal dalam mengelola hal ini, maka timbul rasa kecewa, kesel, jengkel, dan hal-hal tersebut membuat hatiku gak nyaman. Bahkan sampai merasa, aku bukan istri yang baik, aku bukan ibu yang baik.
Pada akhirnya, aku menemukan cara ini.
Pertama, ketika datang pikiran negatif (kecewa/kesel/sedih), aku beristighfar diiringi proses penerimaan yang baik. "Ya Allah, ini adalah takdir-Mu, ini adalah bagian dari perjalanan hidup. Pasti ada hikmah dari setiap hal yang Engkau kehendaki."
Kedua, setelah penerimaan itu, aku meminta maaf kepada orang yang berdampak ketika aku kecewa/kesel/sedih, misalnya kepada anak atau suami. Contohnya, "Maafin umi ya, umi salah udh ngomong kenceng, harusnya umi bisa lebih pelan-pelan. Kamu sedih ya nak? Maafin umi ya sayang.." Entah kenapa hatiku merasa lebih tenang..
Ketiga, setelah menerima, dan meminta maaf, yang ketiga adalah kuatkan kesabaran dengan doa. Selepas sholat, diwaktu-waktu hening, diwaktu-waktu yang hanya dirimu dan diri-Nya. Memohon ampun dan berdoalah.
Cara ini memang benar-benar harus diperjuangkan- dengan hati yang tulus sbg seorang hamba- agar Allah senantiasa menjaga kita dari tipu daya syaitan.
Sekian.. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil buat yang baca tulisan ini ya.
dariku,
seorang istri dan ibu yg masih terus belajar. :)
Jumat, 06 Februari 2026
Amanah Menjagamu
Dulu, sewaktu di kampus, pernah dapat nasihat dari murabbiyah. "Amanah itu menjagamu.", dan nasihat ini masih terus membekas sampai sekarang.
Dulu amanahnya adalah sebagai aktivis dakwah kampus, sebagai kakak pembimbing, sebagai ketua atau wakil dalam organisasi. Kita menjadi hati-hati dalam berprilaku, menjaga ketaatan, menahan maksiat, dsb.
Sekarang, amanah itu berganti-menjadi seorang ibu. Tapi kehati-hatian itu tetap sama. Rasa "menjaga" nya tetap sama. Lingkaran ukhuwah nya pun tetap sama. Bersyukur sekali masih berada dalam barisan ini.
Wahai ibu, lelah ya?
Mengurus anak, suami, dan kebutuhan keluarga. Tak apa.. sama lelahnya seperti dulu. Kita sudah pernah merasakan lelah-lelahnya, dan Allah bantu kita bisa melewatinya. Lihatlah bu, anak-anak bertumbuh dalam cinta dan kasih sayang ibunya. :)
Wahai ibu, rindu ya menghabiskan waktu bersama Qur'an dalam ketenangan dan kesendirian?
Tak apa.. sekarang walaupun sedikit yang mampu kita baca, akan membawa ketenangan dalam menghadapi rumah dan anak-anak. :)
Wahai ibu, ingin sekali ya rasanya punya waktu lama untuk diri sendiri?
Ternyata Bu, waktu kita memang hanya ada di saat-saat sunyi, di saat-saat anak tertidur, di waktu menenangkan yang-setiap doa di ijabah oleh Allah, sepertiga malam.
Wahai ibu, benar sekali amanah itu menjagamu. Kita berusaha bersyukur dan bersabar ya, Bu. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam menjalankan amanah ini. :)
Dariku,
seorang ibu yang masih terus belajar.
Rabu, 22 Oktober 2025
Hujan - Muhasabah
Hari-hari kemarin terasa kering
Cuaca panas membuat kita tak nyaman
Banyak orang yang menginginkan hujan,
termasuk aku.
Karena hujan, kita bersyukur,
pun karena panas, kita juga bersyukur.
Dua-dua nya hanya bergantian saja.
Bedanya, rasa syukur kita.
Kedatangan hujan adalah sebagai muhasabah, untuk hati yang kering, yang lupa untuk apa ia hidup, untuk siapa segalanya ia perbuat.
Seperti halnya dzikir, sebagai hujan untuk lisan yang kering, membaca Qur'an sebagai hujan untuk hati yang tandus, dan beramal shalih sebagai hujan untuk diri yang lalai.
Allahumma Shayyiban Naafi'aan..
Semoga Allah menurunkan hujan yang bermanfaat.
Dariku,
yang suka hujan.
Copyright ©
Moonlight
| Powered by
Blogger
Design by
Flythemes
| Blogger Theme by
NewBloggerThemes.com
