Rabu, 29 Juli 2015
Nikmati Jalan-Nya
Bismillah..
Setelah pengumuman itu, banyak orang yang bertanya-tanya.
"Na, gimana?"
"Na, dapet dimana?"
"Na, dapet kan?"
dst
Oke, gue menjawab pertanyaan mereka dengan sabar. Ya, sabar. Hanya meng-copypaste jawaban.
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
dst
Perasaan gue waktu itu..
Hfft! gue pengen lenyap aja dari muka bumi ini. Gua gk pantes jd anak ibu-bapak gue. Gk pantes. Gile dibanting 3 kali cuy. Gue gk ngerti lagi. Gue musti gimana?
(gua gk sadar sama omongan gua diatas pd waktu itu) wkekek. Semua ungkapan2 itu berisik bgt di otak gue. Sampe sekitar 4 hari gua baru sembuh dari depresi itu.
Alhamdulillah setelah kk gue balik dari Jogja, gua merasa lebih baik. Dia yg terus nyemangatin gue bgt sekaligus nyalahin gue. Nyalahin gue klo selama ini gue salah belajar. Katanya otak gue belum bisa liar mengahadapi soal-soal ITU. haha jujur gua sedih waktu dibilang kaya gitu. --"
Okelah.. gue bersyukur punya keluarga kaya gini. Selalu men-support gue apapun yang terjadi. Dukungan mereka yg membuat gue bisa kuat sampe sekarang. Ya, karena mereka adalah malaikat-malaikat yang Allah kirimkan buat gue.
Banyak bgt nasihat2 yang dilontarkan dari bnyak org.. Ya salah satunya ini. Dari seorang penulis yang akan wisuda thn ini. Di UGM.
"Belum lolos snmptn, sbmptn, atau utul ugm bukanlah tanda kiamat terhadap impian Irna karena inilah jalan yang ditetapkan Allah agar Irna lebih giat berusaha dan lebih sungguh2 berdoa mendekat pada-Nya. Tentu saja kita sama-sama tahu bahwa suatu hal buruk yang kita alami belum tentu buruk juga bagi Allah. Siapa tahu, Allah sedang menyiapkan surprise terbaik untuk Irna.
Hal terpenting yang kita lakukan untuk mengobati duka hati ialah perbanyak syukur. Irna bisa sekolah, bisa tamat SMA, masih bisa mendaftar sbm dan utul, sementara masih banyak orang2 di luar sana belum seberuntung Irna.
Yakinlah, selalu ada kebahagiaan usai duka. Hal itu berlaku apabila kita menyikapinya dengan iman dan yakin terhadap segala ketetapan Allah.
Teruslah semangat, rajin belajar, berkarya, dan bahagiakan hatimu... Kebahagiaan itu tidak melulu datang dari apa yang kita inginkan, melainkan juga apa yang sudah ada dalam genggaman kita saat ini. Oleh karena itu, perbanyaklah syukur, tersenyum, dan jangan lupa untuk selalu berbahagia dalam keadaan sesempit apa pun :)"
Masya Allah :') menyenangkan hati, bukan? Mungkin buat lo yg gk ngerasain apa yg gua rasain, kata-kata itu gk berarti sama sekali. OK. gue mencoba men-nol-kan diri, azeek..
Yup, sekarang edisi sok bijak.
Hidup ini memang butuh perjuangan. Bukan hanya sekedar berjuang. Tapi, ini benar-benar yang namanya PERJUANGAN. Kita tidak akan pernah tau bagaimana esok, lusa atau 5 tahun kedepan. Yang bisa menentukan baik atau tidaknya hidup adalah diri kita sendiri. Sukses jalannya banyak. Allah punya seribu jalan untuk menuntun kita ke arah yang lebih baik dengan cara yang terbaik. Jadi, maksimalkan ikhtiar dengan niat baik karna Allah, doa yang banyak lagi khusyuk, dan bersyukurlah walau dalam keadaan sesulit apapun. ;)kiki emotikon
Setelah pengumuman itu, banyak orang yang bertanya-tanya.
"Na, gimana?"
"Na, dapet dimana?"
"Na, dapet kan?"
dst
Oke, gue menjawab pertanyaan mereka dengan sabar. Ya, sabar. Hanya meng-copypaste jawaban.
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
"Belum nih. Doain ya buat kedepannya."
dst
Perasaan gue waktu itu..
Hfft! gue pengen lenyap aja dari muka bumi ini. Gua gk pantes jd anak ibu-bapak gue. Gk pantes. Gile dibanting 3 kali cuy. Gue gk ngerti lagi. Gue musti gimana?
(gua gk sadar sama omongan gua diatas pd waktu itu) wkekek. Semua ungkapan2 itu berisik bgt di otak gue. Sampe sekitar 4 hari gua baru sembuh dari depresi itu.
Alhamdulillah setelah kk gue balik dari Jogja, gua merasa lebih baik. Dia yg terus nyemangatin gue bgt sekaligus nyalahin gue. Nyalahin gue klo selama ini gue salah belajar. Katanya otak gue belum bisa liar mengahadapi soal-soal ITU. haha jujur gua sedih waktu dibilang kaya gitu. --"
Okelah.. gue bersyukur punya keluarga kaya gini. Selalu men-support gue apapun yang terjadi. Dukungan mereka yg membuat gue bisa kuat sampe sekarang. Ya, karena mereka adalah malaikat-malaikat yang Allah kirimkan buat gue.
Banyak bgt nasihat2 yang dilontarkan dari bnyak org.. Ya salah satunya ini. Dari seorang penulis yang akan wisuda thn ini. Di UGM.
"Belum lolos snmptn, sbmptn, atau utul ugm bukanlah tanda kiamat terhadap impian Irna karena inilah jalan yang ditetapkan Allah agar Irna lebih giat berusaha dan lebih sungguh2 berdoa mendekat pada-Nya. Tentu saja kita sama-sama tahu bahwa suatu hal buruk yang kita alami belum tentu buruk juga bagi Allah. Siapa tahu, Allah sedang menyiapkan surprise terbaik untuk Irna.
Hal terpenting yang kita lakukan untuk mengobati duka hati ialah perbanyak syukur. Irna bisa sekolah, bisa tamat SMA, masih bisa mendaftar sbm dan utul, sementara masih banyak orang2 di luar sana belum seberuntung Irna.
Yakinlah, selalu ada kebahagiaan usai duka. Hal itu berlaku apabila kita menyikapinya dengan iman dan yakin terhadap segala ketetapan Allah.
Teruslah semangat, rajin belajar, berkarya, dan bahagiakan hatimu... Kebahagiaan itu tidak melulu datang dari apa yang kita inginkan, melainkan juga apa yang sudah ada dalam genggaman kita saat ini. Oleh karena itu, perbanyaklah syukur, tersenyum, dan jangan lupa untuk selalu berbahagia dalam keadaan sesempit apa pun :)"
Masya Allah :') menyenangkan hati, bukan? Mungkin buat lo yg gk ngerasain apa yg gua rasain, kata-kata itu gk berarti sama sekali. OK. gue mencoba men-nol-kan diri, azeek..
Yup, sekarang edisi sok bijak.
Hidup ini memang butuh perjuangan. Bukan hanya sekedar berjuang. Tapi, ini benar-benar yang namanya PERJUANGAN. Kita tidak akan pernah tau bagaimana esok, lusa atau 5 tahun kedepan. Yang bisa menentukan baik atau tidaknya hidup adalah diri kita sendiri. Sukses jalannya banyak. Allah punya seribu jalan untuk menuntun kita ke arah yang lebih baik dengan cara yang terbaik. Jadi, maksimalkan ikhtiar dengan niat baik karna Allah, doa yang banyak lagi khusyuk, dan bersyukurlah walau dalam keadaan sesulit apapun. ;)kiki emotikon
Minggu, 05 Oktober 2014
Fase "unforgettable"
Waktu cepat sekali berlalu
Dulu, aku masih diujung sana
Sekarang, aku sudah diujung sini
dan sebentar lagi fase ini akan habis
Ada yang bilang kalau masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling indah semasa hidup. Banyak cerita dan tawa. Jatuh bangun bersama untuk mencapai harapan atau cita-cita yang diinginkan. Banyak pengalaman yang dapat diambil. Pengalaman untuk pembelajaran diri. Masa dimana mulai berubahnya sikap, emosional, cara berpikir, dan lain sebagainya.
Menurut ku apa kata orang itu benar. Masa-masa SMA memang masa-masa yang mengasyikkan, banyak banget moment-moment yang bisa dibuat cerita. Bukan hanya bersaing dengan temen-temen tapi membentuk ukhuwah juga merupakan salah satu pembelajaran diri. Hemm, kalau diceritakan bisa panjang dan lebar. Dan di SMA ini aku menemukan banyak sekali potret kehidupan yang membuatku semangat untuk terus maju. Temen-temen organisasi, temen-temen kelas, dan semua temen-temen seperjuangan yang hebat-hebat, ah aku bersyukur bisa mengenal kalian. :')
Walaupun tak boleh mengandai, tapi hanya kata ini yang sekarang ingin ku ucapkan, "andai waktu bisa terulang kembali" akan aku simpan semua kejadian yang penuh makna didalam sebuah kotak yang nantinya akan ku buka kembali dan menjadi sebuah fase yang luar biasa dimana aku bisa mengenangnya setiap waktu jika rindu. Ada rasa syukur yang terucap pasti, "inilah kejadian yang luar biasa dalam hidupku yang membuatku bisa be inspired by others." (Aamiin)
Fase ini adalah sebuah proses perjalanan hidupku yang amat luar biasa. Bukan hanya pelajaran lebih sulit atau bersaing, tapi lebih kepada membangun kepribadianku. Mencari jati diri, harus menjadi bagaimana, dan seperti apa. Hidup ini pilihan, jadi orang baik atau buruk, jadi pemalas atau rajin, dll. Tapi semua itu ada konsekuensinya masing-masing. Karena kita udah memilih suatu jalan, kita harus berpikir bagaimana caranya kita tetep istiqamah dijalan itu. Dan aku memilih untuk berada di lingkaran halaqah, ya, Kelompok Studi Islam (KSI). KSI adalah sebuah organisasi yang bergerak dibidang syiar Islam dibawah OSIS. Dari organisasi inilah yang membuatku bisa jadi seperti yang kalian lihat sekarang. Mungkin dulu masih nakal, sekarang udah mulai taubat walaupun masih suka lalai. KSI menjadi cerita tersendiri di deretan peristiwa-peristiwa berkesan dalam hidupku. Pokoknya, banyak banget pembelajaran diri dari KSI ini. Alhamdulillah.
Fase ini adalah sebuah proses perjalanan hidupku yang amat luar biasa. Bukan hanya pelajaran lebih sulit atau bersaing, tapi lebih kepada membangun kepribadianku. Mencari jati diri, harus menjadi bagaimana, dan seperti apa. Hidup ini pilihan, jadi orang baik atau buruk, jadi pemalas atau rajin, dll. Tapi semua itu ada konsekuensinya masing-masing. Karena kita udah memilih suatu jalan, kita harus berpikir bagaimana caranya kita tetep istiqamah dijalan itu. Dan aku memilih untuk berada di lingkaran halaqah, ya, Kelompok Studi Islam (KSI). KSI adalah sebuah organisasi yang bergerak dibidang syiar Islam dibawah OSIS. Dari organisasi inilah yang membuatku bisa jadi seperti yang kalian lihat sekarang. Mungkin dulu masih nakal, sekarang udah mulai taubat walaupun masih suka lalai. KSI menjadi cerita tersendiri di deretan peristiwa-peristiwa berkesan dalam hidupku. Pokoknya, banyak banget pembelajaran diri dari KSI ini. Alhamdulillah.
Sebentar lagi, ya sebentar lagi fase ini akan habis, mungkin tinggal beberapa bulan lagi semua warna itu akan berubah. Tapi semuanya pasti akan mendapat warna yang lebih terang di masa kehidupan selanjutnya.(Aamiin)
Yang terpenting setelah fase ini adalah bagaimana kita bisa cepat beradaptasi di lingkungan baru dan teman-teman baru. :D
Oke, segitu dlu aja. :)
Yang terpenting setelah fase ini adalah bagaimana kita bisa cepat beradaptasi di lingkungan baru dan teman-teman baru. :D
Oke, segitu dlu aja. :)
Jumat, 27 Juni 2014
Dream sky-high!
hey hey..
Alhamdulillah moodnya lagi enak nih buat nge-post sesuatu :D
Apa kabar hati?
~hmm, masih mencintai dalam diam *ciyeeh
~Alhamdulillah rata2 raport meningkat *uye
~Ramadhan! Alhamdulillah bisa berjumpa dengan bulan yang penuh rahmat ini *in syaa Allah
Apa kabar Iman?
~Masih suka lalai *astaghfirullah --"
~Berusaha u/ menjadi lebih taat *haphap Aamiin
Alhamdulillah.. praise be to Allah.. pokoknya awali Ramadhan dengan penuh rasa syukur :')
Okay, it's about 'dream'
dream? a big dream?
What is that?
I think, that's a wonderful thing that everyone should have :|
hey, amazing things will happen u know!
I hope i can be a success person that useful for people around me :')
Yup, that's not about a list of high scores, man!
It's real about the 'thing' that u love and u can enjoy on it. U can be different with others. Yes you!
I like the stars, the moon like u know from my title blog.. hmm
I don't know, i feel happy and calm when i see the stars or the sky of the night.
I love nature, unique place and buildings in Europe.
That's why my big dream is travel around the world.. Oh Allah..
I hope it will happen very soon.. :)
Dream sky-high!
Alhamdulillah moodnya lagi enak nih buat nge-post sesuatu :D
Apa kabar hati?
~hmm, masih mencintai dalam diam *ciyeeh
~Alhamdulillah rata2 raport meningkat *uye
~Ramadhan! Alhamdulillah bisa berjumpa dengan bulan yang penuh rahmat ini *in syaa Allah
Apa kabar Iman?
~Masih suka lalai *astaghfirullah --"
~Berusaha u/ menjadi lebih taat *haphap Aamiin
Alhamdulillah.. praise be to Allah.. pokoknya awali Ramadhan dengan penuh rasa syukur :')
Okay, it's about 'dream'
dream? a big dream?
What is that?
I think, that's a wonderful thing that everyone should have :|
hey, amazing things will happen u know!
I hope i can be a success person that useful for people around me :')
Yup, that's not about a list of high scores, man!
It's real about the 'thing' that u love and u can enjoy on it. U can be different with others. Yes you!
I like the stars, the moon like u know from my title blog.. hmm
I don't know, i feel happy and calm when i see the stars or the sky of the night.
I love nature, unique place and buildings in Europe.
That's why my big dream is travel around the world.. Oh Allah..
I hope it will happen very soon.. :)
Dream sky-high!
Selasa, 17 Juni 2014
Dunia Ini Permainan Belaka
Allah Swt berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat iti lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.”(QS. Al Ankabut 64)
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)
Keempat ayat di atas meskipun secara redaksional berbeda-beda, namun mengandung pesan yang sama, yakni penegasan sekaligus peringatan Allah Swt kepada para hambanya tentang hakikat kehidupan dunia agar manusia bisa memiliki pandangan yang jernih dan tepat tentang kehidupan dunia sehingga dapat mengambil sikap yang tepat dalam kehidupan dunia yang cuma sekali ini.
Pada ayat pertama, Allah Swt menggunakan lafazh “ma”..”illa”, yang merupakan alat pembatas (adlatul hasr) untuk membatasi hakikat kehidupan ini. Dalam tafsir Jalalain, kehidupan dunia dalam ayat itu maksudnya adalah “kesibukan dunia”. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan “umumnya atau kebanyakannya” kehidupan manusia di dunia itu tidak lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Sedangkan “daarul akhirat” menurut Imam Jalalain adalah surga yang tentunya lebih baik dari pada kesenangan kehidupan dunia bagi orang-orang yang bertakwa (yattaquun). Imam Jalalain mengatakan penggunaan huruf “ta” dalam lafazh “ta’qiluun” setelah huruf “ya” pada lafazh yataquun memiliki pengertian dorongan agar beriman adanya kehidupan akhirat yang hakikatnya lebih baik itu.kepada Allah adalah surga yang tentunya lebih baik.
Pada ayat kedua Allah membatasi hakikat kehidupan dunia dengan lafazh yang sama dengan “maa” ….”illa”, hanya ada tambahan lafazh Hadzihi. Kehidupan dunia ini tidak lain merupakan senda gurau dan main-main belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa dalam ayat ini Allah Swt mengabarkan kepada kita tentang rendah dan hinanya kehidupan dunia serta tujuan-tujuan yang ada dalam aktivitas kehidupan itu hanyalah sekedar aktivitas senda gurau dan permainan belaka. Kehidupan dunia itu sementara dan ada akhirnya. Sekaligus Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sejati dan abadi. Ayat itu ditutup dengan kalimat “lau kaanuu ya’lamuun”, kalau mereka mengetahuinya. Menurut Ibnu Katsir, sekiranya mereka mengetahuinya tentulah mereka lebih mengutamakan yang kekal dari pada yang sementara ini. Kata Imam Jalalain, kalau mereka tahu, tentunya mereka tidak akan memiliki dunia dan meninggalkan aktivitas dunia seperti itu.
Pada ayat ketiga Allah Swt menggunakan pembatan “innama” (hanyalah) untuk merendahkan urusan-urasan dunia dengan mengatakan bahwa hasil atau kesimpulan sema aktivitas dunia itu tidak lain hanyalah permainan dan sendau gurau belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan hal itu berlaku bagi semua kegiatan manusia di dunia dengan kekecualian, yakni kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencari keridloaan Allah Swt. Kekecualian ini nampak dalam lanjutan ayat tersebut : “Jika kalian beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepada kalian.” Artinya, segala aktivitas yang dibangun atas daasar keimanan –termasuk iman kepada akhirat--, dan ketakwaan –sesuai dengan syari’at Allah--, dan dalam rangka mencari keridloan Allah itu tidak termasuk dalam kehidupan hina. Allah menegaskan bahwa diri-Nya Maha Kaya, yakni tidak meminta harta manusia sedikitpun. Dia hanya mewajibkan zakat dan menganjurkan shadakoh agar diberikan kepada saudara mereka yang faqir – miskin yang ini manfaatnya pun akan kembali kepada pemberi harta itu.
Sedangkan pada ayat keempat Allah Swt menggunakan pembatas “annamaa” (hanyalah) utnuk menyatakan kerendahan dan kehinaan dunia. Kehidupan yang hanya dipenuhi dengan permainan dan senda gurau yang melalaikan belaka. Lebih jelas lagi Allah Swt menambahkan bahwa dalam kehidupan seperti itu biasanya dipenuhi dengan perhiasan, bermegah-megah, dan berbangga-banggaan harta dan anak belaka. Kesibukan manusia hanya diseputar aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan itu. Mereka pun lalai bahwa tujuan diciptakan manusia dan jin di dunia ini hanyalah untuk beribadah, sebagaimana firman-Nya dalam surat Adz Dzariat :56 : “wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduuni.” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu. Mereka lalai dalam kesibukan itu.
Lihatlah kesibukan yang terjadi dalam seluruh pesta permainan olah raga level dunia seperti olimpiade misalnya. Belum lagi kesibukan sebelumnya, dan tentunya dengan berbagai kebanggaan dan kegembiraan masing-masing tim yang disambut kedatangannya di negara masing-masing, merekapun telah ancang-ancang (melakukan berbagai persiapan yang jauh lebih terencana, lebih matang dengan harapan dapat memperbaiki dan memperoleh prestasi yang lebih baik, agar lebih gembira lagi!) untuk memenuhi jadwal hari-hari berikutnya dengan berbagai kesibukan seperti itu. Belum lagi tim-tim permaian olah raga lainnya, yang kini di berbagai negara telah terorganisir. Belum lagi permainan kesenian dan hiburan, baik yang diperlombakan maupun yang dipertontonkan (melalui festival-festival, peragaan busana, pemilihan ratu sejagad, dsb) melalui berbagai media, media cetak, elektronik maupun langsung. Yang kesemuanya itu tidak lain hanyalah memenuhi selera hawa nafsu manusia belaka
Itulah tabiat manusia. Bahkan Al Qur’an merekam peristiwa yang mengambarkan tabiat yang mudah lalai itu, sebagaimana digambarkan Allah pada masa Rasulullah Saw saat beliau sedang berkhutbah Jum’at:
وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk mendatanginya dan meninggalkan engkau (Muhammad) (masih) berdiri (menyampaikan khutbah Jum’at).” (QS. Jum’ah 11)
Oleh karena itu, Allah Swt memberikan peringatan dalam surat Al Munafiqun 9:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”
Source: http://www.suara-islam.com/
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat iti lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)
وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.”(QS. Al Ankabut 64)
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)
Keempat ayat di atas meskipun secara redaksional berbeda-beda, namun mengandung pesan yang sama, yakni penegasan sekaligus peringatan Allah Swt kepada para hambanya tentang hakikat kehidupan dunia agar manusia bisa memiliki pandangan yang jernih dan tepat tentang kehidupan dunia sehingga dapat mengambil sikap yang tepat dalam kehidupan dunia yang cuma sekali ini.
Pada ayat pertama, Allah Swt menggunakan lafazh “ma”..”illa”, yang merupakan alat pembatas (adlatul hasr) untuk membatasi hakikat kehidupan ini. Dalam tafsir Jalalain, kehidupan dunia dalam ayat itu maksudnya adalah “kesibukan dunia”. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan “umumnya atau kebanyakannya” kehidupan manusia di dunia itu tidak lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Sedangkan “daarul akhirat” menurut Imam Jalalain adalah surga yang tentunya lebih baik dari pada kesenangan kehidupan dunia bagi orang-orang yang bertakwa (yattaquun). Imam Jalalain mengatakan penggunaan huruf “ta” dalam lafazh “ta’qiluun” setelah huruf “ya” pada lafazh yataquun memiliki pengertian dorongan agar beriman adanya kehidupan akhirat yang hakikatnya lebih baik itu.kepada Allah adalah surga yang tentunya lebih baik.
Pada ayat kedua Allah membatasi hakikat kehidupan dunia dengan lafazh yang sama dengan “maa” ….”illa”, hanya ada tambahan lafazh Hadzihi. Kehidupan dunia ini tidak lain merupakan senda gurau dan main-main belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa dalam ayat ini Allah Swt mengabarkan kepada kita tentang rendah dan hinanya kehidupan dunia serta tujuan-tujuan yang ada dalam aktivitas kehidupan itu hanyalah sekedar aktivitas senda gurau dan permainan belaka. Kehidupan dunia itu sementara dan ada akhirnya. Sekaligus Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sejati dan abadi. Ayat itu ditutup dengan kalimat “lau kaanuu ya’lamuun”, kalau mereka mengetahuinya. Menurut Ibnu Katsir, sekiranya mereka mengetahuinya tentulah mereka lebih mengutamakan yang kekal dari pada yang sementara ini. Kata Imam Jalalain, kalau mereka tahu, tentunya mereka tidak akan memiliki dunia dan meninggalkan aktivitas dunia seperti itu.
Pada ayat ketiga Allah Swt menggunakan pembatan “innama” (hanyalah) untuk merendahkan urusan-urasan dunia dengan mengatakan bahwa hasil atau kesimpulan sema aktivitas dunia itu tidak lain hanyalah permainan dan sendau gurau belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan hal itu berlaku bagi semua kegiatan manusia di dunia dengan kekecualian, yakni kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencari keridloaan Allah Swt. Kekecualian ini nampak dalam lanjutan ayat tersebut : “Jika kalian beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepada kalian.” Artinya, segala aktivitas yang dibangun atas daasar keimanan –termasuk iman kepada akhirat--, dan ketakwaan –sesuai dengan syari’at Allah--, dan dalam rangka mencari keridloan Allah itu tidak termasuk dalam kehidupan hina. Allah menegaskan bahwa diri-Nya Maha Kaya, yakni tidak meminta harta manusia sedikitpun. Dia hanya mewajibkan zakat dan menganjurkan shadakoh agar diberikan kepada saudara mereka yang faqir – miskin yang ini manfaatnya pun akan kembali kepada pemberi harta itu.
Sedangkan pada ayat keempat Allah Swt menggunakan pembatas “annamaa” (hanyalah) utnuk menyatakan kerendahan dan kehinaan dunia. Kehidupan yang hanya dipenuhi dengan permainan dan senda gurau yang melalaikan belaka. Lebih jelas lagi Allah Swt menambahkan bahwa dalam kehidupan seperti itu biasanya dipenuhi dengan perhiasan, bermegah-megah, dan berbangga-banggaan harta dan anak belaka. Kesibukan manusia hanya diseputar aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan itu. Mereka pun lalai bahwa tujuan diciptakan manusia dan jin di dunia ini hanyalah untuk beribadah, sebagaimana firman-Nya dalam surat Adz Dzariat :56 : “wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduuni.” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu. Mereka lalai dalam kesibukan itu.
Lihatlah kesibukan yang terjadi dalam seluruh pesta permainan olah raga level dunia seperti olimpiade misalnya. Belum lagi kesibukan sebelumnya, dan tentunya dengan berbagai kebanggaan dan kegembiraan masing-masing tim yang disambut kedatangannya di negara masing-masing, merekapun telah ancang-ancang (melakukan berbagai persiapan yang jauh lebih terencana, lebih matang dengan harapan dapat memperbaiki dan memperoleh prestasi yang lebih baik, agar lebih gembira lagi!) untuk memenuhi jadwal hari-hari berikutnya dengan berbagai kesibukan seperti itu. Belum lagi tim-tim permaian olah raga lainnya, yang kini di berbagai negara telah terorganisir. Belum lagi permainan kesenian dan hiburan, baik yang diperlombakan maupun yang dipertontonkan (melalui festival-festival, peragaan busana, pemilihan ratu sejagad, dsb) melalui berbagai media, media cetak, elektronik maupun langsung. Yang kesemuanya itu tidak lain hanyalah memenuhi selera hawa nafsu manusia belaka
Itulah tabiat manusia. Bahkan Al Qur’an merekam peristiwa yang mengambarkan tabiat yang mudah lalai itu, sebagaimana digambarkan Allah pada masa Rasulullah Saw saat beliau sedang berkhutbah Jum’at:
وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk mendatanginya dan meninggalkan engkau (Muhammad) (masih) berdiri (menyampaikan khutbah Jum’at).” (QS. Jum’ah 11)
Oleh karena itu, Allah Swt memberikan peringatan dalam surat Al Munafiqun 9:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Siapa saja yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”
Source: http://www.suara-islam.com/
Rabu, 30 April 2014
Mutiaramu Telah Dewasa, Bu.
"Kamu adalah mutiara ibu, nak. Jangan sampai kamu menjadi sampah masyarakat."
Ibu, saat ini aku sudah mulai dewasa. Mengerti apa yang harus aku lakukan selayaknya seorang anak kepada orang tua. Lebih menyayangi dan mengasihi mu, bu. Aku bukan seperti yang ibu lihat dulu, aah yang sering membuat air matamu jatuh membasahi pipimu yang seharusnya kau tampakkan senyuman. Alhamdulillah, Allah sadarkan aku untuk pelan-pelan berubah, merubah semua hal yang ada pada diriku. Memperbaiki yang buruk, memperindah akhlaq, meningkatkan iman, menambah semangat jiwa untuk terus maju, dan yang lebih dahsyat adalah menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepadmu, Bu.
Bertekad untuk menjadi anak yang bisa membanggakan dan membahagiakanmu adalah sebuah penyemangat hidupku. Dunia dan akhirat, bu. Tidaklah pantas aku mendurhakaimu, tidaklah pantas aku membentakmu, dan tidaklah pantas aku acuh tak acuh terhadapmu. Bukankah hidupku akan hancur-sehancur hancurnya jika aku memperlakukanmu seperti itu? Na'udzubillaah.. Ibu, saat ini mutiaramu sudah mulai dewasa. Sudah mengenal siapa dirinya, sudah mengetahui untuk apa ia hidup, dan apa perannya. Aku bersyukur karena Allah sudah memberiku seseorang yang bagaikan malaikat dalam hidupku, yang selalu mengerti, tempat curahan hati, dan selalu mengingatkanku akan kebaikan.
Aku teringat akan nasihatmu ini, nasihat yang diringi air mata pengaharpan yang sangat besar untuk mutiaramu ini.
"Ingat ya sayang, Ibu tidak peduli jika nilaimu dibawah teman-temanmu, jika intelektualmu lebih rendah dibandingkan dengan teman-temanmu. Ibu hanya berharap kamu jadi orang yang baik dan taat kepada Allah. Tuhan yang memilikimu, yang berhak memberikan karunia yang besar kepada orang-orang yang baik, beriman dan bertaqwa kepada-Nya." Aaah, sungguh beruntungnya aku memiliki ibu sepertimu, bu.
Ibu, banyak sekali nasihat yang telah kau berikan untuk mutiara-mutiaramu. Bukan hanya aku, tapi kakak dan adik. Kau mengajarkan kami banyak sekali pelajaran dari kehidupan ini. Aah banyak sekali. Arti kesederhanaan, arti kasih sayang, arti keharmonisan, dan arti hidup yang sebenarnya. Bukan hanya itu, perjuanganmu yang sangat besar untuk masa depan mutiara-mutiaramu adalah bentuk kasih sayang yang tak terhingga dan tak terdefinisikan. Tetesan keringatmu bukan menjadi penghalang untuk kebahagiaan anak-anakmu. Terimakasih bu, saat ini mutiaramu sudah mulai dewasa.
Yaa Allah, tiada tuhan selain Engkau, dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Istiqamahkanlah aku dijalan-Mu, jalan yang lurus dan diridhai. Izinkanlah aku menjadi mutiara yang istimewa untuk kedua orang tuaku, jadikanlah aku bintang yang paling bersinar diantara banyak bintang. Syukran Yaa Allah.. Cintailah dan sayangilah kedua orang tuaku seperti mereka mencintai dan menyayangiku sewaktu aku masih didalam kandungan hingga saat ini.
Sabtu, 12 April 2014
Untuk Indonesiaku
Indahnya memandangi kebesaran-Mu Yaa Allaah
bumi, langit, bulan dan bintang Kau ciptakan tanpa cacat sedikitpun
Begitu indah jika dipandang, membuat diri ini semakin kecil jika dirasakan
Tenang dan damai
Tetapi, manusia-manusia yang tak menyadari keindahannya,
dan tak mengagungkan kebesaran-Mu selalu membuat kerusakan di muka bumi ini
Maafkan kami Yaa Allaah..
Maafkan kami yang sangat lalai ini, maafkan kami yang menanggap remeh ciptaan-Mu
Maafkan kami yang tak peduli dengan lingkungan sekitar
Maafkan kami yang yang selalu mementingkan diri sendiri dan
Maafkan kami yang terkadang tidak mensyukuri segala nikmat-Mu
Izinkan kami Yaa Allaah..
Izinkan kami untuk kembali kepada-Mu dan merasakan keindahannya
Izinkan kami untuk merubah semuanya Yaa Rabb
Izinkanlah kami untuk membuat negeri ini bersih, bersih lingkungan, bersih dari koruptor dan kapitalis
Indonesia
Ya, Indonesia, negara dengan sumberdaya alam yang melimpah
Indonesia, negara yang terdiri dari banyak pulau
Indonesia, negara yang memiliki banyak pemandangan alam yang indah
Indonesia, tanah air tercinta
Berkahi dan rahmati negara ini Yaa Rabb
Jangan Kau biarkan negara ini dipimpin oleh manusia yang tidak amanah
Tetapi, angkatlah manusia seperti Abu Ubaidah bin Jarrah menjadi pemimpin di negara ini
Seseorang yang kuat dan dipercaya untuk memimpin peperangan oleh Rasulullah SAW
SubhanAllaah..
Beri kami pemimpin yang jujur, adil dan amanah untuk Indonesia 5 tahun kedapan Yaa Rabb
Kami percaya dengan semua keputusan-Mu adalah yang terbaik.
Maju terus Indonesiaku!
Jumat, 04 April 2014
Cerita Tentang Keputrian Akbar Full of Happiness (KAFFAH) Part 3
Alhamdulillah, 6 hari yang lalu 29 Maret 2014, KSI SMAN 33 telah menyelenggarakan Kaffah Part 3. Alhamdulillah, acaranya berjalan dengan lancar dan sukses berkat rahmat dan pertolongan-Nya. Banyak banget suka duka dari awal menentukan kepanitiaan, tema, membuat proposal, mencari sponsor, mencari dana dan lain-lain. Sekarang saya mau cerita sedikit tentang Kaffah Part 3 dari awal sampai akhir. Selamat menyimak.. :)
Sebelumnya, saya flashback sedikit ke Kaffah setahun yang lalu (Kaffah Part 2) yang dipanitiakan oleh KSI angkatan 2012/2013. Kaffah part 2 berjalan dengan sukses, kami mengamati dari persiapan yang mereka lakukan sampai pada akhirnya acara selesai dgn sukses. Setalah itu, kami melakukan evaluasi bersama kelas 11, kami yang masih duduk dikelas X pada waktu itu hanya bisa mengamati dan sedikit membantu. Kami mencatat apa saja kekurangan di Kaffah Part 2, oh ternyata begini, oh ternyata begitu. Alhamdulillah, kami kelas X sudah menyadari peran kami masing-masing adalah menjadi anggota KSI yang harus amanah. Maka dari itu, kami memiliki tekad untuk bisa membuat Kaffah selanjutnya lebih sukses dan lebih hebat dari Kaffah part 2 walaupun gak gampang.
Mencari dana adalah hal tersulit dan yang jadi permasalahan utama :3 Alhamdulillah, setelah kami naik kelas ke kelas 11, kami sudah mengumpulkan dana dengan berjualan risol yang memang sudah menjadi hak paten KSI dalam mencari dana disekolah. Berjualan risol mungkin sudah menjadi tradisi bagi anggota KSI dari generasi ke generasi yaa istilahnya turun temurun.
Sekitar H-3 bulan, waktu yang sangat mepet. Kami akhwat KSI yang juga sudah memiliki jabatan dan bertanggung jawab pada kepengurusan KSI periode 2013/2014 sudah menentukan kepanitiaan untuk Kaffah Part 3 dan diketuai oleh Indy Ainun Rahma, sekertaris oleh Intan Fitria dan Sarah Anggraheni, Bendahara oleh Novelia Dwi Lestari, Seksi acara oleh Irna Nurhidayah, Fatimatuzzahro dan Indriani N.C, dan teman-teman lainnya yang juga sangat berperan dalam acara ini. Selanjutnya, beberapa hari kemudian kami menentukan tema dan dengan beberapa usul akhirnya kami memilih tema yang sepertinya berbeda dari yang lain atau bisa dibilang langka :D yaitu Be A Muslimah Agent who Will Change The World. Setelah itu kami menentukan pembicara untuk menyampaikan materi utama dan motivator untuk training motivasi. Kami memutuskan kak Meyda Sefira, S.T (Pemain film Ketika Cinta Bertasbih yang berperan sebagai Husna) sebagai pembicara utama, dan kak Febrianti Almeera @pewski (Motivator Hijrah) untuk Training Motivasi. Alhamdulillah mereka mau bekerjasama dengan kami dengan menyalurkan ilmunya.
Kami sudah menentukan waktu pelaksanaan. Pada awalnya 22 Februari 2013, karena akan ada Try Out maka sekolah harus steril. Lalu diundur pada 1 Maret 2014, ternyata kak Meyda Sefira tdak bisa pada tanggal itu, oke kita undur lagi pada 8 Maret 2014 dan lagi-lagi sekolah harus disterilkan. Kemudian, ada sedikit perbedaan pendapat dalam penentuan waktu yang terakhir, ada yang ingin tanggal 22 Maret 2014 (sebelum UTS) dan ada yang ingin 29 Maret 2014 (setelah UTS). Pada akhirnya dengan melakukan voting diputuslah pada 29 Maret 2014 adalah waktu pelaksanaan untuk Kaffah Part 3.
H-2 bulan kalau tidak salah, sekertaris sudah menyelesaikan proposal dan siap untuk ditanda tangani oleh pihak sekolah. Kali ini tidak berjalan dengan mulus, bwaaaannyaak banget masalahnya di proposal, ada beberapa kesalahan yang mengharuskan kami untuk mencetak ulang. Bukan hanya itu, susah banget minta tanda tangan dari pihak sekolah, terutama pembina OSIS dan wakil kepsek. Kami juga harus mencetak proposal untuk sponsor, dan lagi-lagi ada kesalahan. Yaa, kami saling menguatkan dan mensupport :') "Ayo, kita pasti bisa, Innama'al 'usriyusraa fa innama'al 'usriyusraa!" Sungguh, luar biasa perjuangan ini.
Sekitar H-1 bulan, kami baru mendatangi pihak-pihak yang kami harapkan bisa mendukung acara kami, diantaranya Rabbani, PLN, Bimbel Nurul Fikri, Kementrian Pariwisata dan Perfilman, Kecamatan Cengkareng, dll. Kami sangat berharap ada yang ingin menjadi sponsor kami :3 Alhamdulillah, H-3 minggu walaupun sangat mepet, Kementrian Pariwisata dan Perfilman, Bimbel Nurul Fikri, Rabbani mau mendukung acara kami dengan memberikan bantuan berupa uang atau benda sebagai doorprize. Alhamdulillah juga, kami menerima sejumlah dana bantuan dari para alumni :') terimakasih banyak kakak2. Kemudian Syamil Quran juga mau menjadi sponsor kami, padahal kita tidak mengajukan proposal :') Tiba-tiba H-1 hari, tepatnya hari Jumat datang juga sejumlah dana dari Kecamatan Cengkareng. Alhamdulillah sekali lagi Alhamdulillahirabbil'alamiin, kami sangat bersyukur sekali Allah telah memudahkan acara kami dengan kejutan-kejutanNya yang luar biasa :') Dan Alhamdulillah lagi, surplus. :')
Jumat, 28 Maret 2014. Kami saling bahu membahu untuk mempersiapkan semuanya, membereskan ruang Auditorium, mengecek peralatan yang dibutuhkan dan lain-lain. Oiya, tak lupa juga kami ucapkan terimakasih banyak atas bantuan ikhwan KSI yg sangat memahami dan partisipatif dlm membantu merapikan Auditorium, memasang spanduk dan terimakasih juga untuk salah satu ikhwan yg telah membuat video persiapan Kaffah dgn sangat bagus, jujur membuat kami akhwat KSI terharu melihatnya :') terimakasih banyak.
Sabtu, 29 Maret 2014. Akhirnya kita sampai pada puncak yang ditunggu-tunggu. Pukul 06.00 WIB kami sudah siap ditempat, mengecek kembali peralatan yang dibutuhkan. Berharap acara demi acara akan lancar dan tidak ada halangan. Pukul 07.30 WIB sudah ada perserta yang datang, sedikit ngaret karena registrasi sampai pukul 08.15 WIB. MC memulai acara pukul 08.30 WIB, ternyata ngaret setengah jam dari waktu yang sudah ditentukan. Ok, kami yakin "Everything will be okay". Ada sedikit masalah juga dari pihak sponsor, tapi Alhamdulillah lagi-lagi Allah Yang Maha Baik membuat semuanya baik-baik saja. Acara demi acara berjalan dengan lancar dan sukses, akhirnya Kaffah Part 3 selesai pukul 13.00 WIB. Terimakasih kak Meyda dan kak Febrianti Almeera yang sudah memberikan materi dan motivasi yang sangat membuat suasana menjadi bersemangat dan caria. Banyak komentar-komentar positif yang kami terima dari Kaffah Part 3 ini. Terimakasih banyak :) Semoga Allah selalu memudahkan jalan dakwah kalian. :) Semoga kita bisa berjumpa kembali.
Sungguh, perjuangan ini sangat luar biasa, kami akan tetap semangat walaupun berat, jaga selalu ukhuwah ini yaa, , semakin cinta dengan KSI karena Allah dan bisa menjadi generasi muda yang amanah dan terus tegakkan syariat Islam, memiliki ghirah yang kuat, istiqamah dlm berdakwah dan mengaji serta tak lupa dgn prestasi akademis. :) I'm proud to be part of Kelompok Studi Islam SMAN 33 Jakarta
Sekilas foto-foto Kaffah Part 3
Minggu, 30 Maret 2014
Coretan Pagi
Sejuk segar pagi ini
terdengar kicau burung milik tetangga sebelah
ayam berkokok saling bersahutan
Aku bersyukur masih bisa bernapas pagi ini
masih diizinkan-Nya merubah diri
meminimalisir kesalahan dan mengoptimalkan kebaikan
Aku ingat dua hari yang lalu
aku menangis dihadapan ibu
tak kuasa ku menahan haru
betapa sulitnya perjuangan ini
*terdengar suara handphone berdering*
Aku coba mengangkat telponnya
Kakak!
Sudah berapa lama kita tidak mengobrol?
Ah, air mataku jatuh lebih deras
Tenang, kembali bersemangat
Ternyata, aku telah menyadari peranku
tidak lain hanyalah menggapai impianku
untuk membahagiakan kedua orang tuaku
menjadi inspirasi setiap orang
Ah, aku dan kakak sudah memiliki rencana
rencana ini harus terwujud
Impian kita bersama sebagai seorang anak, generasi muda, atau seorang agent kebaikan
Perjalanan ini begitu panjang
melelahkan tapi memiliki banyak makna
sulit, tapi harus dijalani
butuh kesabaran seluas samudra,
samudra yg pesawat MH370 saja sulit ditemukan karena luasnya, dalamnya, dan banyak palung-palung
Terkadang, aku tersenyum geli mengamati kehidupan ini
entah, mungkin karena perjalanan hidupku yg sungguh luar biasa
tapi, aku bersyukur karena aku memiliki orang-orang yg sangat mendukungku untuk terus maju
aaah, kesuksesan itu masih terlihat jauh
aku harus terus berlari
berlari lagi
sejauh mungkin hingga aku bisa sampai dititik itu
:) Allaah, aku semakin yakin
Kak, ayolah kita semangat!! bisa-bisa!
terdengar kicau burung milik tetangga sebelah
ayam berkokok saling bersahutan
Aku bersyukur masih bisa bernapas pagi ini
masih diizinkan-Nya merubah diri
meminimalisir kesalahan dan mengoptimalkan kebaikan
Aku ingat dua hari yang lalu
aku menangis dihadapan ibu
tak kuasa ku menahan haru
betapa sulitnya perjuangan ini
*terdengar suara handphone berdering*
Aku coba mengangkat telponnya
Kakak!
Sudah berapa lama kita tidak mengobrol?
Ah, air mataku jatuh lebih deras
Tenang, kembali bersemangat
Ternyata, aku telah menyadari peranku
tidak lain hanyalah menggapai impianku
untuk membahagiakan kedua orang tuaku
menjadi inspirasi setiap orang
Ah, aku dan kakak sudah memiliki rencana
rencana ini harus terwujud
Impian kita bersama sebagai seorang anak, generasi muda, atau seorang agent kebaikan
Perjalanan ini begitu panjang
melelahkan tapi memiliki banyak makna
sulit, tapi harus dijalani
butuh kesabaran seluas samudra,
samudra yg pesawat MH370 saja sulit ditemukan karena luasnya, dalamnya, dan banyak palung-palung
Terkadang, aku tersenyum geli mengamati kehidupan ini
entah, mungkin karena perjalanan hidupku yg sungguh luar biasa
tapi, aku bersyukur karena aku memiliki orang-orang yg sangat mendukungku untuk terus maju
aaah, kesuksesan itu masih terlihat jauh
aku harus terus berlari
berlari lagi
sejauh mungkin hingga aku bisa sampai dititik itu
:) Allaah, aku semakin yakin
Kak, ayolah kita semangat!! bisa-bisa!
Minggu, 09 Maret 2014
Istinja'
Istinja' menurut bahasa artinya terlepas
atau selamat, sedangkan menutur Istilah adalah bersuci sesudah buang air besar
atau buang air kecil.
Beristinja' hukumnya wajib bagi setiap orang yang baru buang air kecil maupun air besar, baik dengan air ataupun benda kesat selain air (seperti batu, kertas).
Cara beristinja' dapat dilakukan dengan salah satu dari cara berikut :
1. Membasuh atau membersihkan tempat keluar kotoran dengan air sampai bersih. Ukuran bersih ini ditentukan oleh keyakinan masing-masing.
2. Membasuh atau membersihkan tempat keluar dengan batu, kemudian dibasuh dan dibersihkan dengan air.
3. Membersihkan tempat keluar kotoran dengan batu atau benda-benda kesat lainnya sampai bersih. Membersihkan tempat keluar kotoran sekurang-kurangnya dengan tiga buah batu atau sebuah batu yang memiliki tiga permukaan sampai bersih.
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya Nabi SAW melalui dua buah kuburan, kemudian beliau bersabda : Sesungguhnya kedua orang yang berada dalam kubur itu sedang disiksa. Adapun salah seorang dari keduanya sedang disiksa karena mengadu domba orang, sedangkan yang satunya sedang disiksa karena tidak menyucikan kencingnya." (HR. Bukhor dan Muslim).
Beristinja' hukumnya wajib bagi setiap orang yang baru buang air kecil maupun air besar, baik dengan air ataupun benda kesat selain air (seperti batu, kertas).
Cara beristinja' dapat dilakukan dengan salah satu dari cara berikut :
1. Membasuh atau membersihkan tempat keluar kotoran dengan air sampai bersih. Ukuran bersih ini ditentukan oleh keyakinan masing-masing.
2. Membasuh atau membersihkan tempat keluar dengan batu, kemudian dibasuh dan dibersihkan dengan air.
3. Membersihkan tempat keluar kotoran dengan batu atau benda-benda kesat lainnya sampai bersih. Membersihkan tempat keluar kotoran sekurang-kurangnya dengan tiga buah batu atau sebuah batu yang memiliki tiga permukaan sampai bersih.
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya Nabi SAW melalui dua buah kuburan, kemudian beliau bersabda : Sesungguhnya kedua orang yang berada dalam kubur itu sedang disiksa. Adapun salah seorang dari keduanya sedang disiksa karena mengadu domba orang, sedangkan yang satunya sedang disiksa karena tidak menyucikan kencingnya." (HR. Bukhor dan Muslim).
Syarat-syarat istinja' dengan menggunakan batu atau benda
keras/kesat terdiri dari enam macam :
-
Batu atau benda itu kesat dan harus suci serta dapat dipakai untuk membersihkan najis.
-
Batu atau benda itu tidak termasuk yang dihormati seperti bahan makanan atau batu masjid.
- Sekurang-kurangnya dengan tiga kali usapan sampai bersih.
- Najis yang dibersihkan belum sampai kering.
- Najis itu tidak pindah dari tempatnya.
- Najis itu tidak bercampur dengan benda lain, meskipun benda itu suci dan tidak terpercik oleh air.
Adab Buang Air
- Mendahulukan kaki kiri pada waktu masuk tempat buang air (WC).
-
Membaca doa masuk WC.
Bismillahi Allahumma innii 'a-udzubika minal khubutsi wal khoba-its (Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah aku berlindung kepadaMu daripada kotoran dan dari segala yang kotor). - Mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari WC.
-
Membaca doa ketika keluar dari WC.
Ghufroonakal hamdu lillaahil ladzii adzhaba 'annil hadzaa wa 'aafaanii (Aku mengharap ampunanMu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran yang menyakitkan diri saya, dan Engkau telah menyehatkan saya." -
Pada waktu buang air hendaklah memakai alas kaki.
Istinja' hendaklah dilakukan dengan tangan kiri. Dalam sebuah hadits dinyatakan sebagai berikut :
Dari Salman ra. ia berkata : "Sungguh Rasulullah SAW telah melarang kami mengahadap kiblat ketika sedang buang air besar/kecil dan melarang kami beristinja' dengan batu kurang dari tiga buah, dan melarang kami beristinja' dengan kotoran binatang atau dengan tulang." (HR. Muslim).
Hal-hal yang Dilarang Ketika Buang Air
-
Buang air di tempat terbuka. Dari Aisyah ra ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : "Siapa saja yang datang ke tempat buang air hendaknya ia berlindung (di tempat tertutup)." (HR. Abu Daud).
- Buang air di air yang tenang.
-
Buang air di lubang-lubang karena kemungkinan ada binatang yang terganggu di dalam lubang itu.
-
Buang air di tempat yang dapat mengganggu orang lain.
Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Jauhilah dua macam perbuatan yang dilaknat." Para sahabat bertanya : "Apa saja ya Rasul?". Rasul bersabda : "yaitu orang yang suka buang air di jalan orang banyak atau di tempat untuk berteduh". (HR. Ahmad, Muslim dan Abu daud). - Buang air di bawah pohon yang sedang berbuah.
-
Bercakap-cakap kecuali sanat terpaksa.
Dari Jabir ra berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Apabila dua orang buang air besar hendaklah masing-masing bersembunyi dari yang lainnya dan jangan berbicara, karena Allah SWT mengutuk perbuatan yang demikian itu." - Menghadap kiblat atau membelakinya.
- Membawa ayat-ayat Al-Qur'an.
Jumat, 07 Maret 2014
Thoharah
Pengertian Thoharoh
Thoharoh secara bahasa artinya bersih, kebersihan atau bersuci. Sedangkan menurut istilah ialah suatu kegiatan bersuci dari hadats dan najis sehingga seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut dalam keadaan suci seperti sholat dan thowaf.
Kegiatan bersuci dari hadats dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum dan mandi, sedangkan bersuci dari najis meliputi mensucikan badan, pakaian dan tempat.
Dalil yang memerintahkan untuk bersuci antara lain :
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri". (Al-Baqarah : 222).
"Dan bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah perbuatan yang kotor (dosa). (Al-Muddatstsir : 4 - 5).
"Kebersihan itu sebagian dari iman." (HR. Mulim dari Abu Said Al-Khudri).
"Allah tidak akan menerima sholat seseorang yang tidak bersuci." (HR. Muslim).
Pengertian Najis
Najis dalam pandangan syariat Islam yaitu benda yang kotor yang mencegah sahnya suatu ibadah yang menuntut seseorang dalam keadaan suci seperti sholat dan thowaf. Dalam Al-Qur'an perkataan najis disebut juga dengan "rijsun" seperti tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 90 :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan".
Benda yang kelihatan kotor belum tentu najis, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pakaian yang terkena tanah atau debu akan menjadi kotor tetapi tidak najis sehingga sah jika digunakan dalam sholat, tetapi sebaiknya harus dibersihkan terlebih dahulu. Dalam keadaan lain pakaian yang terkena kencing walaupun tidak berbekas lagi hukumnya adalah terkena najis dan tidak sah bila digunakan untuk sholat.
Alat-alat yang digunakan dalam Thoharoh
Thoharoh secara bahasa artinya bersih, kebersihan atau bersuci. Sedangkan menurut istilah ialah suatu kegiatan bersuci dari hadats dan najis sehingga seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan suatu ibadah yang dituntut dalam keadaan suci seperti sholat dan thowaf.
Kegiatan bersuci dari hadats dapat dilakukan dengan berwudhu, tayammum dan mandi, sedangkan bersuci dari najis meliputi mensucikan badan, pakaian dan tempat.
Dalil yang memerintahkan untuk bersuci antara lain :
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri". (Al-Baqarah : 222).
"Dan bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah perbuatan yang kotor (dosa). (Al-Muddatstsir : 4 - 5).
"Kebersihan itu sebagian dari iman." (HR. Mulim dari Abu Said Al-Khudri).
"Allah tidak akan menerima sholat seseorang yang tidak bersuci." (HR. Muslim).
Pengertian Najis
Najis dalam pandangan syariat Islam yaitu benda yang kotor yang mencegah sahnya suatu ibadah yang menuntut seseorang dalam keadaan suci seperti sholat dan thowaf. Dalam Al-Qur'an perkataan najis disebut juga dengan "rijsun" seperti tercantum dalam surat Al-Maidah ayat 90 :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan".
Benda yang kelihatan kotor belum tentu najis, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pakaian yang terkena tanah atau debu akan menjadi kotor tetapi tidak najis sehingga sah jika digunakan dalam sholat, tetapi sebaiknya harus dibersihkan terlebih dahulu. Dalam keadaan lain pakaian yang terkena kencing walaupun tidak berbekas lagi hukumnya adalah terkena najis dan tidak sah bila digunakan untuk sholat.
Alat-alat yang digunakan dalam Thoharoh
-
Air, seperti air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air dari mata air, air salju (es) dan air embun.
-
Bukan air, seperti debu dan benda-benda kesat lainnya seperti batu, kayu, kertas dan lain-lain.
Air dan Macam-macamnya
Ditinjau dari hukumnya, air dibagi menjadi empat macam :
Ditinjau dari hukumnya, air dibagi menjadi empat macam :
-
Air Mutlak atau Thohir Muthohir (suci menyucikan), yaitu air yang masih asli dan belum tercampur dengan benda lain yang terkena najis. Contohnya air hujan dan air laut.
Allah SWT berfirman :
"Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu." (QS. Al-Anfal : 11).
"Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih." (QS. Al-Furqan : 48).
"Laut itu airnya suci dan bangkainya halal dimakan." (HR. At-Turmudzi). -
Air yang dipanaskan dengan matahari (air musyammas), ialah air yang terjemur pada matahari dalam bejana selain emas dan perak tetapi dalam bejana yang terbuat dari logam yang dapat berkarat. Air jenis ini suci dan menyucikan tetapi hukumnya makruh untuk digunakan karena dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit. Adapun air yang berada di dalam bejana bukan logam atau air yang dipanaskan bukan dengan matahari seperti direbus tidak termasuk dalam jenis air musyammas.
Diriwayatkan dari Aisyah ra, sesungguhnya dia memanaskan air pada sinar matahari, maka Rasulullah bersabda kepadanya. "Jangan engkau berbuat begitu wahai humaira, karena sesungguhnya yang demikian itu akan menimbulkan penyakit barash (sapak)". (HR. Al-Baihaqi). -
Air Muta'mal atau thohir ghairu muthohir (suci tidak mensucikan), yaitu air yang hukumnya suci tetapi tidak dapat untuk menyucikan. Ada tiga macam air yang termasuk jenis ini, yaitu :
-
Air suci yang dicampur dengan benda suci lainnya sehingga air itu berubah salah satu sifatnya (warna, bau atau rasanya). Contoh air kopi, teh.
-
Air suci yang sedikit yang kurang dari 2 kullah yang sudah dipergunakan untuk bersuci walalupun tidak berubah sifatnya.
-
Air buah-buahan dan air pepohonan seperti air kelapa, air nira dan sebagainya.
-
-
Air Najis, yaitu air yang tadinya suci dan kurang dari 2 kullah tetapi terkena najis walaupun tidak berubah sifatnya atau air yang lebih dari 2 kullah terkena najis berubah salah satu sifatnya. Air jenis ini tidak sah bila digunakan untuk berwudhu, mandi atau menyucikan benda yang terkena najis.
"Air itu tidak dinajisi sesuatu, kecuali telah berubah rasanya, warnanya atau baunya." (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).
"Apabila air itu cukup dua qullah tidak dinajisi suatu apapun." (HR. Imam yang lima).
Macam-macam dan Najis dan Cara Menghilangkannya
1. Najis Mukhoffafah (ringan)Yang termasuk dalam najis ringan adalah air kencing anak laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan atau minum sesuatu selain ASI.
Cara menghilangkan najis ringan adalah dengan memercikkan air pada benda yang terkena najis tersebut, sebagaimana sabda Rasul :
"Dibasuh dari kencing anak perempuan dan dipercikkan air dari air kencing anak laki-laki." (HR. Abu Daud dan An-Nasai).
2. Najis Mutawassithoh (sedang)Yang termasuk kelompok najis ini adalah :
a. BangkaiYang dimaksud
bangkai adalah binatang yang mati karena tidak disembelih ata disembelih tidak
menurut aturan syariat Islam, termasuk bagian tubuh dari hewan yang dipotong
ketika masih hidup.
"Diharamkan atas kamu bangkai". (QS. Al-Maidah : 3).
"Segala sesuatu (anggota tubuh) yang dipotong dari binatang yang masih hidup termasuk bangkai". (HR. Abu Daud dan Turmudzi dari Abi Waqid Al-Laitsi).
Bangkai yang tidak termasuk najis adalah ikan dan belalang, keduanya halal untuk dimakan.
b. DarahSemua macam darah termasuk najis, kecuali darah yang sedikit seperti darah nyamuk yang menempel pada badan atau pakaian maka hal itu dapat dimaafkan.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi." (QS. Al-Maidah : 3).
c. Nanah
Nanah pada hakikatnya adalah darah yang tidak sehat dan sudah membusuk. Baik nanah ini kental ataupun cair hukumnya adalah najis.
d. Muntah
e. Kotoran manusia dan binatangKotoran manusia dan binatang, baik yang keluar dari dubur atau qubul hukumnya najis, kecuali air mani. Walaupun air mani tidak najis tetapi hendaknya dibersihkan.
f. Arak (khamar)Semua benda yang memabukkan termasuk benda najis, berdasarkan firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan." (QS. Al-Maidah : 90).
Najis mutawashithoh terbagi dua, yaitu :"Diharamkan atas kamu bangkai". (QS. Al-Maidah : 3).
"Segala sesuatu (anggota tubuh) yang dipotong dari binatang yang masih hidup termasuk bangkai". (HR. Abu Daud dan Turmudzi dari Abi Waqid Al-Laitsi).
Bangkai yang tidak termasuk najis adalah ikan dan belalang, keduanya halal untuk dimakan.
b. DarahSemua macam darah termasuk najis, kecuali darah yang sedikit seperti darah nyamuk yang menempel pada badan atau pakaian maka hal itu dapat dimaafkan.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi." (QS. Al-Maidah : 3).
c. Nanah
Nanah pada hakikatnya adalah darah yang tidak sehat dan sudah membusuk. Baik nanah ini kental ataupun cair hukumnya adalah najis.
d. Muntah
e. Kotoran manusia dan binatangKotoran manusia dan binatang, baik yang keluar dari dubur atau qubul hukumnya najis, kecuali air mani. Walaupun air mani tidak najis tetapi hendaknya dibersihkan.
f. Arak (khamar)Semua benda yang memabukkan termasuk benda najis, berdasarkan firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan." (QS. Al-Maidah : 90).
(1) Najis 'Ainiyah, yaitu najis mutawashitoh yang masih
kelihatan wujudnya, warnanya dan baunya. Cara membersihkannya dengan
menghilangkan najis tersebut dan membasuhnya dengan air sampai hilang warna, bau
dan rasanya.
(2) Najis Hukmiyah, yaitu najis yang diyakini adanya tetapi sudah tidak kelihatan wujudnya, warnanya dan baunya. Contohnya adalah air kencing yang sudah mengering. Cara membersihkannya cukup dengan menggenangi/menyirami air mutlaq pada tempat yang terkena najis hukmiyah tersebut.
3. Najis Mughallazhoh (berat)
Yang termasuk najis ini adalah air liur dan kotoran anjing dan babi. Cara menghilangkan najis mughollazoh adalah dengan menyuci najis tersebut sebanyak tujuh kali dengan air dan salah satunya dengan memakan debu yang suci. Rasulullah SAW bersabda :
"Sucinya tempat dan peralatan salah seorang kaamu, apabila dijilat anjing hendaklah dicuci tujuh kali, salah satunya dengan debu (tanah)." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
(2) Najis Hukmiyah, yaitu najis yang diyakini adanya tetapi sudah tidak kelihatan wujudnya, warnanya dan baunya. Contohnya adalah air kencing yang sudah mengering. Cara membersihkannya cukup dengan menggenangi/menyirami air mutlaq pada tempat yang terkena najis hukmiyah tersebut.
3. Najis Mughallazhoh (berat)
Yang termasuk najis ini adalah air liur dan kotoran anjing dan babi. Cara menghilangkan najis mughollazoh adalah dengan menyuci najis tersebut sebanyak tujuh kali dengan air dan salah satunya dengan memakan debu yang suci. Rasulullah SAW bersabda :
"Sucinya tempat dan peralatan salah seorang kaamu, apabila dijilat anjing hendaklah dicuci tujuh kali, salah satunya dengan debu (tanah)." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Minggu, 09 Februari 2014
Lagi-lagi Tentang Bahasa Indonesia
Bismillahirrahmanirrahiim
Lagi-lagi tentang Bahasa Indonesia..
Yup, portofolio, yang kalo kata anak-anak bilang itu "ribeedh" ._. dan of course nguras kantong.
Bagi gue yang gk punya printer dirumah, harus bisa milih-milih warnet yg katanya klo ngeprint "murah". Yeah, hari ini gue bela-belain ngeprint ke Cengkareng, ke warnet yang katanya ngertiin "kantong pelajar" dan harganya "murah", padahal rumah gue di Tangerang .__.
Jam 13.15 gue berangkat buat ngeprint naek motor yg baru aja dicuci. Di perjalanan gue mikir, "warnetnya tutup gk ya klo hari Minggu?" gue mulai khawatir. Sekitar 20 menit gue nympe, dan bener aja itu warnet tutup, dlm hati "Yaa Allaah, berikanlah kekuatan dan kesabaran buat ngerjain tugasnya bu SPU ini -_-"
Oke, terus gue menuju kalideres yg ada warnet murah dan gue pernah ngeprint disitu sebelumnya, dan lagi-lagi tutup. "Dengan kekuatan bintang", eh salah, dengan menyebut nama Allah (Bismillah) Gue langsung muter balik, padahal itu jalanan lagi macet. Dlm hati "Oke, fine. Gue gk tau harus kemana"
Dan gue memilih untuk pulang sambil tengok kanan kiri siapa tau ada warnet yg "murah". Tiba-tiba gue keinget klo di deket masjid Al-Barkah ada warnet, tp warnetnya "gk murah". And finally, gue ngeprint disitu, dan warnet itu gk jauh dari rumah gue ._. (narik napassss panjaanng)
Jadi, kesimpulan dari cerita diatas adalah gue gk dpt warnet "murah" yg ujung2nya gue ngeprint di warnet yg lumayan deket dari rumah klo naek motor dan gue harus sabar dan ikhlas ngerjain ini tugas yg sebenernya satu tahun yg lalu (kelas X) udah pernah disuruh sama bu SPU ._.
Lagi-lagi tentang Bahasa Indonesia..
Yup, portofolio, yang kalo kata anak-anak bilang itu "ribeedh" ._. dan of course nguras kantong.
Bagi gue yang gk punya printer dirumah, harus bisa milih-milih warnet yg katanya klo ngeprint "murah". Yeah, hari ini gue bela-belain ngeprint ke Cengkareng, ke warnet yang katanya ngertiin "kantong pelajar" dan harganya "murah", padahal rumah gue di Tangerang .__.
Jam 13.15 gue berangkat buat ngeprint naek motor yg baru aja dicuci. Di perjalanan gue mikir, "warnetnya tutup gk ya klo hari Minggu?" gue mulai khawatir. Sekitar 20 menit gue nympe, dan bener aja itu warnet tutup, dlm hati "Yaa Allaah, berikanlah kekuatan dan kesabaran buat ngerjain tugasnya bu SPU ini -_-"
Oke, terus gue menuju kalideres yg ada warnet murah dan gue pernah ngeprint disitu sebelumnya, dan lagi-lagi tutup. "Dengan kekuatan bintang", eh salah, dengan menyebut nama Allah (Bismillah) Gue langsung muter balik, padahal itu jalanan lagi macet. Dlm hati "Oke, fine. Gue gk tau harus kemana"
Dan gue memilih untuk pulang sambil tengok kanan kiri siapa tau ada warnet yg "murah". Tiba-tiba gue keinget klo di deket masjid Al-Barkah ada warnet, tp warnetnya "gk murah". And finally, gue ngeprint disitu, dan warnet itu gk jauh dari rumah gue ._. (narik napassss panjaanng)
Jadi, kesimpulan dari cerita diatas adalah gue gk dpt warnet "murah" yg ujung2nya gue ngeprint di warnet yg lumayan deket dari rumah klo naek motor dan gue harus sabar dan ikhlas ngerjain ini tugas yg sebenernya satu tahun yg lalu (kelas X) udah pernah disuruh sama bu SPU ._.
Kamis, 30 Januari 2014
Al Baqarah 284-286
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Sabtu, 25 Januari 2014
Sunyi
Kali ini mentari redup
tanpa nur menyinari ruh
shiloet kemerahan tak lagi menggores
birunya cakrawala
dan...
ketika angin menyapa
embun tlah hilang dalam genggaman daun
awan pun kelam
menahan tangis hujan
lihatlah kalbuku...
dapatkah kau lihat pelangi membelah bumi?
atau...
dapatkah kau dengar hempasan ombak
menggetarkan karang hati insan?
Sunyi...
kesemuanya tentang sunyi
Sunyi kadang menjadi mentari
kadang menjadi syair
kadang menjadi gerak
kadang juga membekukan kalbu
Kali ini...
biarkan aku menyatu bersama alam
mewarnai hidup dengan hijaunya daun
membasahi kalbu dengan tetesan embun
dan...
menari bersama hembusan angin
Sunyi adalah resapan jiwa
yang semoga menuju Nur Illahi...
Source: Sastra_Bunga Rampai 10
Senin, 20 Januari 2014
Cahaya Kesuksesan
Berlarilah sejauh yang kau bisa
Temui titik itu
Fokuskan pandanganmu terhadap cahaya itu
Mungkin, kau akan menemui kesulitan dalam berlari
Perlahan sebentar, lalu kembali berlari
Mengapa sebentar?
Takutnya kau akan lalai dan tertinggal
Semakin cepat kau berlari
Semakin besar kesungguhanmu
Maka, titik cahaya itu akan semakin dekat
Tak usah hiraukan cercaan atau makian
Tetap terus berlari dan konsentrasi
Doa dalam kesungguhan dan terus berlari
Titik cahaya itu akan menyapamu
Sekarang, kau raih cahaya itu
Cahaya itu bisa menerangi semua orang disekelilingmu
Itulah puncak kesuksesanmu
Allah ridha
Kedua orang tua ridha
Dan semua orang bahagia karena kesungguhanmu.
_irnanur
Temui titik itu
Fokuskan pandanganmu terhadap cahaya itu
Mungkin, kau akan menemui kesulitan dalam berlari
Perlahan sebentar, lalu kembali berlari
Mengapa sebentar?
Takutnya kau akan lalai dan tertinggal
Semakin cepat kau berlari
Semakin besar kesungguhanmu
Maka, titik cahaya itu akan semakin dekat
Tak usah hiraukan cercaan atau makian
Tetap terus berlari dan konsentrasi
Doa dalam kesungguhan dan terus berlari
Titik cahaya itu akan menyapamu
Sekarang, kau raih cahaya itu
Cahaya itu bisa menerangi semua orang disekelilingmu
Itulah puncak kesuksesanmu
Allah ridha
Kedua orang tua ridha
Dan semua orang bahagia karena kesungguhanmu.
_irnanur
Sabtu, 18 Januari 2014
Jumat, 10 Januari 2014
Bila Ibu Boleh Memilih
Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004
Source: Bunga Rampai 11
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...
engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah...
saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004
Source: Bunga Rampai 11
Selasa, 19 November 2013
Don't Ever Leave Allah
Waktu berjalan begitu cepat, tapi ilmu belum banyak ku dapat, masih banyak jalan yang harus ku tapaki, jalan untuk meraih bintang-bintang itu. Tak ada daya dan upaya kecuali dari pertolongan Allah. Ketika sedang banyak tugas seperti ini, selalu terbesit didalam benakku, kapan ini semua akan berakhir? kapan aku bisa pergi ke tempat yang damai dan tak ada yang mengganggu? Dan seketika itu juga aku berkata dalam hati, "Kamu tidak akan lepas dari itu semua sebelum ajal menjemput, di dunia ini adalah berusaha dan berjuang, mencari bekal untuk di akhirat nanti, oleh karena itu untuk waktu yang sangat singkat ini, pergunakanlah dengan baik, pergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat." Hmm, banyak sekali batu kerikil tajam yang bisa merusak prinsip, merusak akidah dan akhlak. Tapi, dengan iman yang kuat, kita akan tetap kokoh pada tali agama Allah, tetap taat pada Allah dan tetap yakin akan takdir Allah.
Tetap semangat dalam berjuang untuk meraih mimpimu, pergunakan waktu sebaik-baiknya dan sesibuk apapun kamu jangan pernah tinggalkan Allah, sibuknya kamu juga merupakan sebuah ujian dari Allah.
_irnanur.Raza de Luna
Copyright ©
Moonlight
| Powered by
Blogger
Design by
Flythemes
| Blogger Theme by
NewBloggerThemes.com


























