Senin, 03 Juni 2024
Selasa, 12 Maret 2024
Menyapih
Senin, 22 Januari 2024
Menjalani Fitrah
Masih terus berlayar dalam samudra fitrah ini
Masih sangat jauh dari dermaga tujuan
Tak jarang mendapati satu dua ombak
Tapi, aku masih sanggup berpegang erat
Di pelayaran ini, aku banyak belajar,
Pelajaran berharga tentang hikmah,
kesabaran, keikhlasan, dalam menjalani fitrah.
Tak mudah, dan rasa syukur dapat menjadi obat.
Banyak hal yang menyenangkan,
Tapi ada juga rasa sedih, dan tangisan,
Mungkin sedang goyah dalam berpegangan
Tak apa, namanya juga perjalanan dalam pelayaran.
Hari ini, dalam pelayaran ini,
Aku harus lebih kuat dalam berpegangan
Karena akan bertambah satu lagi yang tersayang
Kembali merasakan pergerakan cinta dan detak kehidupan.
Hampir tak pernah terbayangkan,
akan berada dalam pelayaran ini,
Tapi Maha Besar Allah, dengan kasih sayang-Nya,
Aku seperti terselamatkan dari dunia yang sia sia
Menjalani fitrah ini berarti mengabdi pada Allah,
atas setiap tanggung jawab yang diberi,
atas setiap peran yang tak bisa diganti,
atas segalanya agar selalu diridhai.
Semoga senantiasa sabar dan kuat,
hingga kelak selamat sampai ke tujuan.
Duhai Allah, terimakasih atas pelayaran fitrah ini,
fitrah menjadi seorang Ibu.
Kamis, 03 Agustus 2023
Riuh
Jumat, 06 Januari 2023
Lekas Sehat
Kamis, 20 Oktober 2022
Ketetapan
Rabu, 12 Oktober 2022
Untukmu
Kamis, 01 September 2022
Al-Ummu
Assalamu'alaykum gais. Dah lama bgt gak nulis di blog xixixi.
MaasyaaAllah, mau cerita perjalanan menjadi seorang newmom alias ibu baru alias Al-Ummu.
Alhamdulillah saya menikah bln Mei 2021, lalu bulan Juli udh gak haid, eh test ditgl 7 Agustus, alhamdulillah garis 2, pas USG ternyata dh 5 minggu. Rasanya nano nano, bersyukur, seneng, khawatir, bingung wkwk baru deh bnyk gugling seputar kehamilan, download aplikasi, tanya2, dsb.
Selama kehamilan lumayan banyak dramanya, tapi gak butuh dikasihani bgt sih wkwk mual muntah sampe 5 bulan. Tapi yg parah di 3 bulan pertama. Huhu. Saat itu saya masih ngajar di sekolah, karena banyak kesibukan, jadi dibawa enjoy aja. Seiring berjalannya waktu, perut semakin membesar, MaasyaaAllah menjalani aktivitas jadi terasa lebih berat, dulu sebelum nikah atau sebelum hamil bisa sat set sat set, pas hamil semua berubah ._. Tdk se-strong dlu. Maka, benar adanya "Wahnan 'ala wahnin" dlm Quran surat Luqman, lemah yang bertambah-tambah.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusholihat, 30 Maret 2022 lahirlah putri pertama kami, dengan perjuangan yang amat berat dirasakan oleh saya :" hampir 3 hari merasakan kontraksi, gak tidur 2 malam, tapi Allah Maha Menguatkan, disisa-sisa energi yang saya punya, ketika saya sdh mau menyerah, ketika tatapan saya sdh kosong sambil nyeletuk dlm pikiran "mana malaikat? Gue blm liat malaikat izrail kan ?" Allah kasih kemudahan dan kekuatan, pembukaan itu cepat sekali bertambah, dari 5 langsung 8, terus langsung ke ruang persalinan, dengan sekali teriakan panjang, terdengarlah suara tangisan bayi mungil itu. Naira Syahida Al Mukhbita.
Hari baru. Menjadi seorang Ibu.
Ternyata tidak semudah dan sebahagia yang orang-orang bayangkan. Perjuangan itu tidak berhenti sampai di ruang persalinan. Menjadi seorang ibu adalah perjuangan seumur hidup. 1 bulan pertama dengan bayi mungil ini menjadi waktu yang amat panjang, rasanya. Memahami bayi lebih sulit dari ngerjain skripsi. wkwk saya sering bgt nangis. pas bayi nangis dan gak mau mimik, saya pasti ikutan nangis. Begadang, badan pegal-pegal, kepala sering pusing, dsb. Subhanallah.
Hari-hari berlalu, sebulan, 2 bulan, saya masih tinggal bersama orang tua, dengan dinamika bayi yang berubah-ubah, Alhamdulillah masih dibantu orang tua. Setalah 2,5 bulan, kami bertekad untuk mandiri. Kembali lah kami ke kontrakan mungil di Jalan Wijaya Kusuma 3 itu. :D (btw kita akan pindah ke Bekasi awal bln Sept ini, kembali ke planet asal wkwk dan insyaaAllah dgn tempat yang lebih nyaman). Hidup bertiga tanpa bantuan orang tua semakin menguatkan mental saya menajdi ibu baru. Allah mengajarkan saya untuk berpikir cepat, bertindak cepat, kapan harus belanja, kapan harus masak, nyuci baju, nyuci piring, dsb. bersama bayik mungil ini. MaasyaaAllah sekarang usianya sdh 5 bulan. Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, sebentar lagi kami akan masuk ke fase MPASI. Semoga Allah mudahkan, dan si ummi gak panikan lagi, apalagi sampai mbrebes mili. Xixi
Perjuangan menjadi Al-Ummu. Seperti halnya Ibunda Maryam, harus gigih dan kuat. Juga seperti Ibundanya Musa, harus teguh dan gak boleh baper. Juga seperti Ibunda Hajar, harus ridha dan sabar. MaasyaaAllah tabarakallah. Saya pun masih belajar, perjalanan masih panjang. Setiap fase kehidupan harus tetap dijalani dengan iman dan takwa. Allah yang mampukan. Allah yang punya kuasa atas segala sesuatu, termasuk anak kita. Maka, menjadi orang tua yg shalih dan shalihah lah yang terus kami ikhtiarkan.
Semangat utk para ibu baru! Semoga selalu kuat dan sabar. :)
Sabtu, 01 Mei 2021
Ngoceh Lagi
Sabtu, 11 April 2020
Hanya Singgah saja, In syaa Allah
Berbeda 270 derajat.
Sebagian besar orang belajar dan bekerja dari rumah.
Meeting dari rumah. All of things.
Aku rasa, bumi berbahagia.
Ia terbebas dari polusi,
terbebas dari kemunafikan jalanan,
terbebas dari beban berat manusia.
ya walau tidak se-gamblang itu.
Aku pribadi, banyak bahagianya.
Bisa bersama keluarga.
Menemukan kembali harta yang paling berharga.
Walau sebenarnya, banyak waktu rebahan juga.
Setidaknya, kita mampu mensyukuri keadaan ini.
Kembali menemukan jati diri,
Banyak melakukan hobi,
dan hal-hal lain yang kita sukai, dan Allah ridhoi.
Disisi lain, ini adalah ujian ekonomi.
Bagi mereka yang mendapat uang per-hari,
jika tak bekerja hari ini, maka tak makanlah sehari,
Allah menguji siapapun yang Dia kehendaki.
Maka, tauhid adalah solusi terbaik dari semuanya.
Jika kalian bisa merasakan, yakin itu bisa membuat lega
Lega karena bersama Allah, semua akan baik-baik saja.
Fainna ma'al 'usriyusraa.
Walau tidak mudah,
yakinlah keadaan ini hanya singgah,
wahai kawanku, tetap berbahagialah. :)
Minggu, 23 Februari 2020
Tentang Keinginan
Saat ini, jika ingin melakukan sesuatu, bahkan hendak berniat, selalu bertanya lagi pada hati, apakah Allah ridha atau tidak, apakah tujuannya duniawi atau tidak, apakah bermanfaat untuk orang lain atau tidak. Jikalau ruhiy sedang tidak baik, maka pertanyaan-pertanyaan itu terlewat begitu saja, lupa bahwa Allah diatas segalanya. Kemudian, istighfar lagi.
Ah, setiap kita mampu memaksimalkan potensi diri, tapi jangan lupa tujuannya adalah untuk Allah dan kebermanfaatan. Tak apa jika dirimu menyukai sastra kemudian membuat novel yang berpesankan Al-Quran dan Sunnah.. biarkan saja itu menjadi caramu berdakwah dan Allah yang menilai. :)
Bismillah.. perbaiki niat, do something!
Minggu, 05 Januari 2020
Turning Point
Dinamika kehidupan semakin terasa sesak.
Tanggung jawab bertambah, namun tak ada yang berubah
Semestinya, tanggung jawab menjadikan kita waspada, bukan merana.
Ingatkah saat semua "kesesakkan" ini berawal?
Aku, kamu, kita, menjatuhkan saja langkah kaki pada jalur kebaikan
Membersamai di segala rintangan, menyemangati di setiap keadaan
Waktu terus berjalan, dan kita masih saling berpegangan tangan
Sesak, bukankah memang terasa sesak?
Seharusnya sesak ini yang membuat kita bersyukur
Bahwa dada kita masih disesakkan oleh amal-amal kebaikan,
karena belum mampu kita maksimalkan.
Wahai diri, jika Allah saja sudah menuntunmu pada penjagaan akhirat yang luar biasa,
bagaimana mungkin kau menyia-nyiakannya?
Wahai diri, jika Allah saja sudah memberimu tempat untuk beramal lebih banyak,
bagaimana mungkin semangatmu itu belum nampak?
Padahal akhirat itu nyata, dan dunia yang fana.
2020, harus selalu mengedepankan Allah pada setiap aktivitas.
Minggu, 25 Agustus 2019
KALA
Berapa banyak kala yang tak mampu kita hindari
Berapa banyak kala yang pada akhirnya hanya menjadi sebuah kilas balik kisah-kasih
Meski tak jarang hati merasa tersakiti, tapi kala itu memang sangat berarti
Meski seringkali napas panjang menyelimuti hari-hari, tapi kala itu begitu mewarnai
Amboi, walau begitu, kamu tau arti dari "bahagia itu sederhana?"
Sesederhana kita yang saling menyemangati, tanpa mengingat-ingat hal yang menyakiti.
Kala dirimu bagai deru darai ombak,
mengguncangkan kapal yang sedang berlayar,
membuat ketidakseimbangan segala sesuatu didalamnya,
Diri yang lemah ini hanya mampu menata kemudi,
mencoba segala peluang untuk memperbaiki
Namun, kala matahari terbit bagai semangat baru,
ada saja yang datang awan kelabu,
gelap gulita rasanya menahan rindu,
sebab kita tak mampu memaksa temu
Ah, itu hanya sebuah kala.
yang pada akhirnya hanya menjadi sebuah kilas balik kisah-kasih.
kamu, mari kita berdamai dengan kala itu.
Senin, 15 Juli 2019
Bukti
Menjadi bukti perjuangan sebab jalan ini memang ditakdirkan untuk orang-orang yang siap berjuang, yang lain dari orang kebanyakan. Tak kenal lelah walau langkah kaki tertatih, tak kenal bosan walau dengan medan juang yang memiliki kesamaan. Semua ini tentang perjuangan. Perjuangan yang murni, tanpa embel-embel duniawi.
Menjadi bukti kesungguhan sebab kita yakin bahwa QS. Muhammad ayat 7 memang benar janji-Nya, bahwa QS. Al-Hujarat ayat 15 memang seharusnya kita perjuangkan. Sebagai bukti kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak ada keraguan, tidak ada alasan untuk tidak meneruskan risalah dakwahnya. Semua ini tentang kesungguhan. Kesungguhan yang murni, tanpa embel-embel duniawi.
Menjadi bukti keteguhan sebab tak ada lagi yang pantas mengiringi jalan juang selain teguh diatas agama-Nya, diatas jalan kebaikan, diatas jalan amar ma'ruf nahi munkar. Maka, menjaga kondisi ruhiyah, memaksimalkan setiap seruan, dan mengondisikan segala tuntutan kehidupan adalah bunga-bunga keteguhan itu sendiri. Dan, semua ini tentang keteguhan. Keteguhan yang murni, tanpa embel-embel duniawi.
Senin, 01 Juli 2019
Rumah
Minggu, 10 Februari 2019
Suka Duka TA Part 2
Sabtu, 15 September 2018
Suka Duka TA PART 1
Senin, 23 Juli 2018
Ayo Bangun :)
Keberadaan kita kadang sangat diinginkan oleh seseorang
Tapi mungkin saja kita tidak menyadari, dan lebih memilih untuk menghilang dari peradaban
Atau, kita masih belum mampu berdamai dengan keadaan
Yaa, pantas saja semua terasa penuh tekanan
Pernah tidak kalian berpikir,
jika tidak di tekan, mungkin kita tidak akan gerak?
jika tidak di tekan, mungkin kita akan santai-santai saja?
jika tidak di tekan, mungkin kita menjalankan segala sesuatunya tanpa keseriusan?
Ah, tekanan hanya membuat pusing saja, bukan?
Itu tandanya kita tak mampu memaksimalkan usaha
Padahal, tekanan itu yang bisa mendorong akal kita, langkah kita,
Iya ! Langkah kita ! Agar KONKRIT dalam BERGERAK
Wahai kalian yang merasa tak bisa di tekan ini-itu !
Tidak ada alasan untuk tidak berbahagia dalam tekanan. :)
Kita hidup di jaman yang semakin gila,
Manusia makin banyak tingkah,
Teknologi yang semakin canggih tapi nyatanya perusak tatanan moral
Nyaman kah kita dengan berdiam saja?
Tanpa menoleh sekitar?
Ena-ena dengan zona nyaman dan acuh dengan keadaan?
Bukan urusan gue?!
Melek !
Ah, hanya igauan malah hari,
tapi mungkin saja ada benarnya,
Cobalah untuk berpikir selayaknya "kita saling membutuhkan."
Agar kapal ini tetap kokoh walau diterjang ombak yang besar,
Agar kapal ini tetap kokoh walau penuh dengan tambalan,
Pelayar dikatakan tangguh bukanlah menghadapi lautan yang tenang, kan?
Sama seperti kehidupan kita,
Keadaan bisa saja ricuh, mendadak penuh dengan tekanan,
mendadak berubah tanpa permisi, orang2 pun mendadak menjengkelkan,
Iya, orang-orang, yang katanya adalah kawan, tapi meyebalkan sekali. Biarlah..
Tapi hati? Tiada alasan untuk ketar-ketir sebab yang senantiasa ingat Allah, pastilah hatinya tenang.
Hati boleh tenang, tapi langkah harus tetap kokoh berwibawa, tak akan gentar tak akan pudar.
Ayo bangun :)
Minggu, 08 Juli 2018
Penerimaan
Waktu dimana segala hal dalam pikiran meminta untuk segera dituangkan dalam sebuah tulisan.
Kebanyakan orang mungkin sudah terlelap dalam tidurnya
Ada juga yang masih terjaga dengan setumpuk tugas yang musti diselesaikan, atau hanya bermain dengan gadgetnya, entahlah.. mungkin aku yang masih asyik menari-nari dalam pikiran, di depan laptop, di temani suara kipas angin.
Kesunyian kadang memaksaku untuk bisa memaknai setiap detil takdir-Nya.
Realitas yang ada jelas memperlihatkan kepadaku bahwa, "Kau sedang diuji."
Sulitnya mengkondisikan hati agar tak lagi angkuh, agar tak lagi kecewa,
Nyatanya, seberapapun kau punya rencana, lalu berjuang, berkorban, hingga tergopoh-gopoh, ujung-ujungnya adalah sebuah penerimaan.
Kehidupan ini memang sebuah penerimaan, bukan?
Entah itu manis atau pahit, kau tetap harus menelannya lamat-lamat.
Lalu, kau tinggal pilih,
mau berhenti? atau terus berjalan sampai menemukan akhirnya,
pada sebuah kebahagiaan?
ataukah kesengsaraan?
23.26
Aku masih terjaga, mencoba berdamai dengan hati.
Sesuatu yang amat vital. Sesuatu yang bisa menjadi kekuatan atau kelemahan.
Kekuatan hati bisa membawamu pada sebuah penerimaan yang baik, penerimaan yang ikhlas.
Jika hatimu lembut, maka setiap ujian yang datang adalah sebuah kebahagiaan.
Kenapa?
Karena lagi-lagi Tuhanmu masih menginginkanmu untuk mendekat kembali kepada-Nya.
Tuhanmu masih ingin melihatmu bersungguh-sungguh dalam mencinta kpd-Nya.
Seberapa murni rasa cintamu? Mana buktinya?
Seberapa yakin dirimu dengan kuasa Tuhanmu?
Innalladzina qaalu Rabbunallah.. Sesungguhnya orang-orang yang berkata bahwa, Tuhan kami adalah Allah.. jika dirimu yakin, jika hatimu yakin bahwa Allah adalah Tuhanmu,
tsummastaqaamu.. kemudian kamu meneguhkan pendirianmu, istiqomah di jalan Allah, istiqomah dalam ketaatan dan keimanan..
tatanazzalu 'alaihimul malaaikah.. maka malaikat akan turun dan berkata...
alla takhafu.. Janganlah kamu merasa takut !
wa laa tahzanuu dan janganlah kamu merasa sedih !
wa abshiru bil jannatillati kuntum tu'aduun.. dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu..
Ayat paling pamungkas jika kau tengah merasa takut dan khawatir akan kefanaan ini.
Aku mengajak diriku, juga kalian, untuk selalu bisa menciptakan keikhlasan dalam sebuah penerimaan, tanpa ada tapi yang menduakan Allah, tanpa ada tapi yang mengingkari takdir Allah, tanpa ada tapi yang bisa melunturkan cintamu pada Allah.
Yakinlah wahai hati, kesuksesan duniamu itu terletak pada kesuksesan akhiratmu.
Ruku'lah dengan ruku' terbaik
Sujudlah dengan sujud terbaik
Sembahlah Allah dengan kekuatan terbaikmu
dan berbuatlah KEBAIKAN,
untuk apa?
la'allakum tuflihuun.. agar kamu beruntung. (QS Al-Hajj:77)
agar kita beruntung, kawan. keburuntungan versi Allah, bukan versi manusia.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap tulisan yang tercipta adalah semata-mata untuk mengingatkan diri ini yang masih begitu lemah. Semoga bermanfaat. Selamat berjuang !
Sabtu, 26 Mei 2018
Langit
Terkadang kita butuh merenung. Memaknai setiap jengkal kehidupan ini. Mencari hikmah di balik setiap hal yang terjadi. Hingga akhirnya kita mampu untuk terus berjuang, menggapai asa tanpa lupa dengan sesama.
Ketika kau mulai bertanya, "Mengapa aku harus berlelah-lelah hanya untuk orang lain?" Ingatlah bahwa kau diciptakan untuk sebuah misi. Ingatlah lagi bahwa Tuhanmu Maha Penyayang, tidakkah kau merasa bersyukur? Maka diam dan berleha-leha bukanlah kriteria seorang hamba yang dicintai-Nya.
Langit selalu berhasil membuatku jatuh. Jatuh ke dalam sebuah perenungan yang amat dalam. Menyadarkan bahwa Tuhanku, Allah, adalah Maha Besar. Dengan apalagi aku harus berterimakasih atas segala nikmat yang Dia berikan selain rasa syukur dan terus bergerak untuk menegakkan agama-Nya?
Selama ini kita sudah memberikan apa untuk Allah? Jangan-jangan tangisan kita dihadapan-Nya masih palsu, jangan-jangan kita masih tidak jujur dalam beribadah. Istighfar, istighfar atas segala kesombongan yang tanpa sadar sudah membenih dalam diri. Malu dengan amalan yang begitu-begitu saja, tidak bertambah tapi malah berkurang. Malu dengan hafidz cilik yang diusianya ia mampu menjaga Allah dengan Al-Quran yang sudah terpatri dalam hati dan jiwa mereka. Malu dengan maksiat yang masih sering dilakukan. Malu. Malu sekali.
Ah, kadang ego masih memenangkan segalanya. Tanpa sadar orang lain terdzolimi karena kita. Kita asik sendiri dengan dunia yang lain dan lupa akan tanggung jawab yang sudah tersematkan pada pundak kita. Ah, munafik-kah, kita?
Entahlah.. mungkin aku harus menampar diriku berkali-kali atas segala kemunafikan ini.
Langit masih menjadi tempat terbaik untuk menatap, dengan segala keromantisannya. Tempat paling tulus dalam mengagungkan kebesaran-Nya. Terimakasih, Allah, atas segalanya. Tak ada alasan untuk tidak mencintai-Mu.
Copyright ©
Moonlight
| Powered by
Blogger
Design by
Flythemes
| Blogger Theme by
NewBloggerThemes.com

